<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Modernizing The Indonesian Defense Force</title>
	<atom:link href="http://juwonosudarsono.com/wordpress/?feed=rss2&#038;p=22" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://juwonosudarsono.com/wordpress/?p=22</link>
	<description>Integrity in the Strict Sense</description>
	<pubDate>Fri, 10 Sep 2010 13:49:50 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: Kylie Batt</title>
		<link>http://juwonosudarsono.com/wordpress/?p=22#comment-1658</link>
		<dc:creator>Kylie Batt</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 06:38:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://juwonosudarsono.com/wordpress/?p=22#comment-1658</guid>
		<description>&lt;strong&gt;В этом что-то есть. Большое спасибо за помощь в этом вопросе, теперь я буду знать....&lt;/strong&gt;

Вам &lt;a href="http://www.intermost.ru/contents/57/" rel="nofollow"&gt; &lt;/a&gt; доставкой Prepared for meeting of Defense Minister with soldiers and family of the Army Strategic Reserve’s Combat Reconnaissance Company, Jakarta, 24 April 2008.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>В этом что-то есть. Большое спасибо за помощь в этом вопросе, теперь я буду знать&#8230;.</strong></p>
<p>Вам <a href="http://www.intermost.ru/contents/57/" rel="nofollow"> </a> доставкой Prepared for meeting of Defense Minister with soldiers and family of the Army Strategic Reserve’s Combat Reconnaissance Company, Jakarta, 24 April 2008&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iwan Sulistyo</title>
		<link>http://juwonosudarsono.com/wordpress/?p=22#comment-1598</link>
		<dc:creator>Iwan Sulistyo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 06:23:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://juwonosudarsono.com/wordpress/?p=22#comment-1598</guid>
		<description>Dear Prof Juwono,

Apa yang salah dengan negara-bangsa kita, sehingga sejak 1945 hingga kini, bagian terbesar masyarakatnya masih belum dapat hidup secara layak dan bermartabat, termasuk belum disantuni secara keadilan sosial dan hukum?

Namun, kita memang sebuah negeri, yang sering Bapak sebut sebagai, 'mukjizat', masih bisa tetap tersambungkan dalam arus besar kebersamaan. Tantangan terbesarnya adalah: apakah kebersamaan itu bakal berlanjut pada masa depan (defense of values), di tengah munculnya rasa ketidakpercayaan kepada penyelenggara republik ini? Salam, IS</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Prof Juwono,</p>
<p>Apa yang salah dengan negara-bangsa kita, sehingga sejak 1945 hingga kini, bagian terbesar masyarakatnya masih belum dapat hidup secara layak dan bermartabat, termasuk belum disantuni secara keadilan sosial dan hukum?</p>
<p>Namun, kita memang sebuah negeri, yang sering Bapak sebut sebagai, &#8216;mukjizat&#8217;, masih bisa tetap tersambungkan dalam arus besar kebersamaan. Tantangan terbesarnya adalah: apakah kebersamaan itu bakal berlanjut pada masa depan (defense of values), di tengah munculnya rasa ketidakpercayaan kepada penyelenggara republik ini? Salam, IS</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arief</title>
		<link>http://juwonosudarsono.com/wordpress/?p=22#comment-1562</link>
		<dc:creator>arief</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 13:28:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://juwonosudarsono.com/wordpress/?p=22#comment-1562</guid>
		<description>Yth. Bpk. Juwono Sudarsono
Saya sebagai anak bangsa kahir-kahir ini merasa sangat prihatin dengan kondisi negara Republik Indonesia tercinta ini. Negara ini sama sekali tidak mempunyai wibawa baik di negeri sendiri apa lagi di mata negara lain. Teroris dengan mudah berulang kali meledakkan bom, Malaisyia puluhan kali melanggar batas perairan RI di ambalat, Pesawat-pesawat Tempur Australia sering melintas wilayah udara Indonesia bagian timur, Warga Negara Indonesia yang bekerja di luar negeri banyak yang mendapat perlakuan yang tidak mausiawi dan masih banyak kasus lagi yang semua membuktikan bahwa NKRI tidak dihargai oleh negara-negara asing.
Semua hal tersebut terjadi karena NKRI tidak memiliki alat pertahanan yang kuat atau tidak memiliki alat "penggentar" sehingga negara lain sangat meremehkan kita.
Anehnya Pemerintah kita (dalam hal ini Dephan yang bapak pimpin) sepertinya tidak tanggap dengan kondisi tersebut. Kecil sekali kemamuan pemerintah untuk memperkuat alat pertahanan negara tercinta ini. 
Anggaran pertahanan yang sangat minim, pengadaan alutsista yang lamban dan berbelit-belit, betul-betul sangat memprihatinkan. Terakhir pengunduran pengadaan kapal selam sampai tahun 2011 membuktikan bahwa pemerintah tidak serius mengurus negara Republik Indonesia ini.
Bapak Juwono yang saya hormati, mohon dengan sangat agar bapak sebagai Menteri Pertahanan betul-betul berjuang untuk meningkatkan kemampuan pertahanan semaksimal mungkin. Naikan anggaran pertahanan, perkuat intelejen, beli alutsista baru yang canggih. Sehingga NKRI tidak lagi diremehkan oleh negara-negara asing dan teroris enggan beroperasi di negara kita.
Saya selaku warga negara Indonesia yang taat membayar pajak sangat berharap agar pajak yang saya bayarkan dapat dipakai untuk memperkuat alat pertahanan negara RI sehingga NKRI menjadi negara yang disegani dan dihormati.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yth. Bpk. Juwono Sudarsono<br />
Saya sebagai anak bangsa kahir-kahir ini merasa sangat prihatin dengan kondisi negara Republik Indonesia tercinta ini. Negara ini sama sekali tidak mempunyai wibawa baik di negeri sendiri apa lagi di mata negara lain. Teroris dengan mudah berulang kali meledakkan bom, Malaisyia puluhan kali melanggar batas perairan RI di ambalat, Pesawat-pesawat Tempur Australia sering melintas wilayah udara Indonesia bagian timur, Warga Negara Indonesia yang bekerja di luar negeri banyak yang mendapat perlakuan yang tidak mausiawi dan masih banyak kasus lagi yang semua membuktikan bahwa NKRI tidak dihargai oleh negara-negara asing.<br />
Semua hal tersebut terjadi karena NKRI tidak memiliki alat pertahanan yang kuat atau tidak memiliki alat &#8220;penggentar&#8221; sehingga negara lain sangat meremehkan kita.<br />
Anehnya Pemerintah kita (dalam hal ini Dephan yang bapak pimpin) sepertinya tidak tanggap dengan kondisi tersebut. Kecil sekali kemamuan pemerintah untuk memperkuat alat pertahanan negara tercinta ini.<br />
Anggaran pertahanan yang sangat minim, pengadaan alutsista yang lamban dan berbelit-belit, betul-betul sangat memprihatinkan. Terakhir pengunduran pengadaan kapal selam sampai tahun 2011 membuktikan bahwa pemerintah tidak serius mengurus negara Republik Indonesia ini.<br />
Bapak Juwono yang saya hormati, mohon dengan sangat agar bapak sebagai Menteri Pertahanan betul-betul berjuang untuk meningkatkan kemampuan pertahanan semaksimal mungkin. Naikan anggaran pertahanan, perkuat intelejen, beli alutsista baru yang canggih. Sehingga NKRI tidak lagi diremehkan oleh negara-negara asing dan teroris enggan beroperasi di negara kita.<br />
Saya selaku warga negara Indonesia yang taat membayar pajak sangat berharap agar pajak yang saya bayarkan dapat dipakai untuk memperkuat alat pertahanan negara RI sehingga NKRI menjadi negara yang disegani dan dihormati.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bluerider6089</title>
		<link>http://juwonosudarsono.com/wordpress/?p=22#comment-1474</link>
		<dc:creator>bluerider6089</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 04:16:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://juwonosudarsono.com/wordpress/?p=22#comment-1474</guid>
		<description>....Pak MenHan yang saya hormati...\

pagi ini, airmata kita sebagai anak bangsa mengalir lagi...
50 lebih putra putri terbaik bangsa kembali gugur sia-sia karena alat tempur yang tidak layak !!!!

sampai kapan....mau sampai kapan ,pak Juwono..?!!!!
apa sampai kita kehilangan semua yg terbaik yang kita punya..??

Retrofit mesin2 tua ada batas pak ! Ada yg namanya kelelahan Frame, kelelahan logam kerangka alustsista..itu tidak bisa di tolerir dengan retrofit ! HANYA BISA DI GANTI BARU .

Tolonglah...jangan pajak yg kami bayar dengan keringat dan airmata kami, rakyat...tidak bisa memberikan rasa aman bagi bangsa ini. TNI ADALAH PAGAR KAMI PAK, agar kami merasa aman di negeri ini...

jangan sia-siakan mereka dengan memotong , mengurangi anggaran, dan bahkan memberikan mereka barang bekas dan retrofit !

Terimakasih

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8230;.Pak MenHan yang saya hormati&#8230;\</p>
<p>pagi ini, airmata kita sebagai anak bangsa mengalir lagi&#8230;<br />
50 lebih putra putri terbaik bangsa kembali gugur sia-sia karena alat tempur yang tidak layak !!!!</p>
<p>sampai kapan&#8230;.mau sampai kapan ,pak Juwono..?!!!!<br />
apa sampai kita kehilangan semua yg terbaik yang kita punya..??</p>
<p>Retrofit mesin2 tua ada batas pak ! Ada yg namanya kelelahan Frame, kelelahan logam kerangka alustsista..itu tidak bisa di tolerir dengan retrofit ! HANYA BISA DI GANTI BARU .</p>
<p>Tolonglah&#8230;jangan pajak yg kami bayar dengan keringat dan airmata kami, rakyat&#8230;tidak bisa memberikan rasa aman bagi bangsa ini. TNI ADALAH PAGAR KAMI PAK, agar kami merasa aman di negeri ini&#8230;</p>
<p>jangan sia-siakan mereka dengan memotong , mengurangi anggaran, dan bahkan memberikan mereka barang bekas dan retrofit !</p>
<p>Terimakasih</p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Patriot</title>
		<link>http://juwonosudarsono.com/wordpress/?p=22#comment-1467</link>
		<dc:creator>Patriot</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 08:31:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://juwonosudarsono.com/wordpress/?p=22#comment-1467</guid>
		<description>Selamat sore pak Menhan, pak menanyakan kapan Korpaskhas mendapatkan alutsista rudal/roket anti pesawat tempur(misal orlicon), panser- panser yang di gunakan untuk tupok, pertahanan pangkalan udara dan satuan- satuan radar terutama di pulau- pulau terluar yang strategis?karena untuk alutsista udara khususnya sangat kurang, apalagi udara adalah ruang tak terbatas yang langsung berhubungan dengan negara lain.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat sore pak Menhan, pak menanyakan kapan Korpaskhas mendapatkan alutsista rudal/roket anti pesawat tempur(misal orlicon), panser- panser yang di gunakan untuk tupok, pertahanan pangkalan udara dan satuan- satuan radar terutama di pulau- pulau terluar yang strategis?karena untuk alutsista udara khususnya sangat kurang, apalagi udara adalah ruang tak terbatas yang langsung berhubungan dengan negara lain.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dian</title>
		<link>http://juwonosudarsono.com/wordpress/?p=22#comment-1133</link>
		<dc:creator>Dian</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 19:25:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://juwonosudarsono.com/wordpress/?p=22#comment-1133</guid>
		<description>Yes. Education and education and education. It is the major failure of Indonesian development. It is the only key to brush-up the defence forces. Education, experience and knowledge will lead us to understanding and understanding will lead us to wisdom. Who is going to give the education? Do they have enough education before educate other people. Its a ring of fire question and answer. I think the best way to look at it is not to look at it... just move on. Do what you have to do. Never look back (but keep reading some history book)... to keep you grounded.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yes. Education and education and education. It is the major failure of Indonesian development. It is the only key to brush-up the defence forces. Education, experience and knowledge will lead us to understanding and understanding will lead us to wisdom. Who is going to give the education? Do they have enough education before educate other people. Its a ring of fire question and answer. I think the best way to look at it is not to look at it&#8230; just move on. Do what you have to do. Never look back (but keep reading some history book)&#8230; to keep you grounded.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sulaiman</title>
		<link>http://juwonosudarsono.com/wordpress/?p=22#comment-1055</link>
		<dc:creator>sulaiman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 08:43:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://juwonosudarsono.com/wordpress/?p=22#comment-1055</guid>
		<description>Indonesia cinta damai, dan syukur tidak ada musuh. kita harus mewaspadai 3 hal, seperti yang pernah terjadi pada Irak, pertama embargo ekonomi, kedua embargo suku cadang peralatan militer, dan ketiga semakin memburuknya politik luar negeri (Irak dengan negara multi nasional saat itu). mohon ada kerja sama antara Dephan dengan Deplu dan ada link/taut di situs dephan tentang perkembangan politik luar negeri RI dari waktu ke waktu secara umum dan singkat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia cinta damai, dan syukur tidak ada musuh. kita harus mewaspadai 3 hal, seperti yang pernah terjadi pada Irak, pertama embargo ekonomi, kedua embargo suku cadang peralatan militer, dan ketiga semakin memburuknya politik luar negeri (Irak dengan negara multi nasional saat itu). mohon ada kerja sama antara Dephan dengan Deplu dan ada link/taut di situs dephan tentang perkembangan politik luar negeri RI dari waktu ke waktu secara umum dan singkat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Endang Haryanti</title>
		<link>http://juwonosudarsono.com/wordpress/?p=22#comment-932</link>
		<dc:creator>Endang Haryanti</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 03:03:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://juwonosudarsono.com/wordpress/?p=22#comment-932</guid>
		<description>Kepada Bapak Menhan yang saya hormati dan saya kagumi.

Saya adalah salah seorang staf bapak tepatnya di Badiklat Dephan. Saya kagum dengan kepemimpinan bapak yang tegas dan lugas. Dengan kesibukan bapak yg begitu padat masih bisa menerima saran dan pesan melalui Blog yang bapak kelola. Sayapun tidak mau ketinggalan apabila bapak berkenan mengunjungi blog kami di www.endangharyanti.wordpress.com , ini salah satu untuk meningkatkan kualitas Anggota Dephan agar tidak ketinggalan dalam masalah IT, semoga SDM Dephan bisa lebih maju dan berkualitas. 
Sukses dan sehat selalu buat Bapak. 

Amin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Bapak Menhan yang saya hormati dan saya kagumi.</p>
<p>Saya adalah salah seorang staf bapak tepatnya di Badiklat Dephan. Saya kagum dengan kepemimpinan bapak yang tegas dan lugas. Dengan kesibukan bapak yg begitu padat masih bisa menerima saran dan pesan melalui Blog yang bapak kelola. Sayapun tidak mau ketinggalan apabila bapak berkenan mengunjungi blog kami di <a href="http://www.endangharyanti.wordpress.com" rel="nofollow">http://www.endangharyanti.wordpress.com</a> , ini salah satu untuk meningkatkan kualitas Anggota Dephan agar tidak ketinggalan dalam masalah IT, semoga SDM Dephan bisa lebih maju dan berkualitas.<br />
Sukses dan sehat selalu buat Bapak. </p>
<p>Amin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: keboiwa</title>
		<link>http://juwonosudarsono.com/wordpress/?p=22#comment-918</link>
		<dc:creator>keboiwa</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 17:31:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://juwonosudarsono.com/wordpress/?p=22#comment-918</guid>
		<description>pak mentri,
kita semua udah tahu bahwa di tubuh TNI sedang berlangsung reformasi yg berkelanjutan. Yang ingin saya tanyakan adalah sejauh mana reformsi tersebut berjalan? baik itu di bidang SDM, penguasaan teknologi,doktrin TNI,sistem pertahanan nasional,dukungan pendanaan,buku putih dan cetak biru baik jangka pendek, menengah maupun panjang dll. Selama ini koq rasanya semua buah pikiran Pak Mentri yang bagus bagus kelihatannya sulit mendapat dukungan dari tubuh TNI sendiri khususnya TNI AD. Kalo AL dan AU sudah memikirkan masalah teknologi terintegrasi untuk TNI kenapa di AD masih mempertahankan kemauannya sendiri dan terus mempercayai sishankamrata masih tetap sesuai dengan perkembangan jaman di abad ke 21 ini? setelah perang kemerdekaan bangsa Indonesia belum pernah menerapkan sishankamrata baik itu konfrontasi dgn malaysia, penegembalian Irian Barat, Timor Timur, Ambalat dsb bangsa Indonesia belum pernah menerapkan sistem ini kenapa TNI AD tetep ngotot bahwa sishankamrata yg paling sesuai buat Indonesia?

Yang kedua adalah saya ingin menyampaikan ide dalam hal pemetaan wilayah Indonesia guna kepentingan nasional baik ke amanan, peningkatan taraf hidup,sumber daya alam dsb. Sementara waktu masing masing angkatan telah jalan sendiri sendiri dalam hal melakukan pemetaan baik itu TNI AU,AD,AL dan bahkan BIN juga ikutan nimbrug dalam hal ini. Saya rasa selama ini banyak kendala yg di hadapi khususnya TNI AU dalam melakukan pemotretan udara karena terbatasnya pesawat, SDM, hardware dan software yg tidak murah. nah dari pada TNI AU melakukan pemotretan sendiri dgn menggunakan pesawat TNI AU saja bagaimana kalau semua perusahan penerbangan nasional yg melakukan penerbangan lokal(Indonesia) khususnya yg menggunakan pesawat sedang dan kecil dilengkapi dengan kamera dan atau video untuk pemotretan dan pengambilan data? hal ini akan mempermurah biaya operasi + mempercepat proses pemetaan. Nah ini sekedar ide saja, tentu saja jasa satelit sangat penting, tapi kalo ada sistem yg tepat guna dan murah kenapa tidak kita pakai?

Yang ketiga yang ingin saya tanyakan adalah kenapa pengambil alihan bisnis TNI belum juga di mulai? sedangkan di China pengambilalihan bisnis PLA oleh negara hanya membutuhkan waktu 6 bulan.

Akhir kata saya mohon juga pak mentri ato sapa saja anak buahnya utk sesekali nyambangin forum TNI AU dan ikut memberikan sedikit petuah yg bermanfaat guna membangkitkan semangat anak muda. 
saya sendiri tidak punya blog, tapi saya banyak nulis di forum ini, bagi temen temen disini saya mohon juga kritikan dan saran atas tulisan saya di forum TNI AU khususnya dalam thread "WHERE OUR RI HEADING TO" linknya di bawah
http://www.tni-au.mil.id/forum/tm.asp?m=8744&#38;mpage=11&#38;key=

makasih pak mentri dan makasih juga temen temen komentator.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak mentri,<br />
kita semua udah tahu bahwa di tubuh TNI sedang berlangsung reformasi yg berkelanjutan. Yang ingin saya tanyakan adalah sejauh mana reformsi tersebut berjalan? baik itu di bidang SDM, penguasaan teknologi,doktrin TNI,sistem pertahanan nasional,dukungan pendanaan,buku putih dan cetak biru baik jangka pendek, menengah maupun panjang dll. Selama ini koq rasanya semua buah pikiran Pak Mentri yang bagus bagus kelihatannya sulit mendapat dukungan dari tubuh TNI sendiri khususnya TNI AD. Kalo AL dan AU sudah memikirkan masalah teknologi terintegrasi untuk TNI kenapa di AD masih mempertahankan kemauannya sendiri dan terus mempercayai sishankamrata masih tetap sesuai dengan perkembangan jaman di abad ke 21 ini? setelah perang kemerdekaan bangsa Indonesia belum pernah menerapkan sishankamrata baik itu konfrontasi dgn malaysia, penegembalian Irian Barat, Timor Timur, Ambalat dsb bangsa Indonesia belum pernah menerapkan sistem ini kenapa TNI AD tetep ngotot bahwa sishankamrata yg paling sesuai buat Indonesia?</p>
<p>Yang kedua adalah saya ingin menyampaikan ide dalam hal pemetaan wilayah Indonesia guna kepentingan nasional baik ke amanan, peningkatan taraf hidup,sumber daya alam dsb. Sementara waktu masing masing angkatan telah jalan sendiri sendiri dalam hal melakukan pemetaan baik itu TNI AU,AD,AL dan bahkan BIN juga ikutan nimbrug dalam hal ini. Saya rasa selama ini banyak kendala yg di hadapi khususnya TNI AU dalam melakukan pemotretan udara karena terbatasnya pesawat, SDM, hardware dan software yg tidak murah. nah dari pada TNI AU melakukan pemotretan sendiri dgn menggunakan pesawat TNI AU saja bagaimana kalau semua perusahan penerbangan nasional yg melakukan penerbangan lokal(Indonesia) khususnya yg menggunakan pesawat sedang dan kecil dilengkapi dengan kamera dan atau video untuk pemotretan dan pengambilan data? hal ini akan mempermurah biaya operasi + mempercepat proses pemetaan. Nah ini sekedar ide saja, tentu saja jasa satelit sangat penting, tapi kalo ada sistem yg tepat guna dan murah kenapa tidak kita pakai?</p>
<p>Yang ketiga yang ingin saya tanyakan adalah kenapa pengambil alihan bisnis TNI belum juga di mulai? sedangkan di China pengambilalihan bisnis PLA oleh negara hanya membutuhkan waktu 6 bulan.</p>
<p>Akhir kata saya mohon juga pak mentri ato sapa saja anak buahnya utk sesekali nyambangin forum TNI AU dan ikut memberikan sedikit petuah yg bermanfaat guna membangkitkan semangat anak muda.<br />
saya sendiri tidak punya blog, tapi saya banyak nulis di forum ini, bagi temen temen disini saya mohon juga kritikan dan saran atas tulisan saya di forum TNI AU khususnya dalam thread &#8220;WHERE OUR RI HEADING TO&#8221; linknya di bawah<br />
<a href="http://www.tni-au.mil.id/forum/tm.asp?m=8744&amp;mpage=11&amp;key=" rel="nofollow">http://www.tni-au.mil.id/forum/tm.asp?m=8744&amp;mpage=11&amp;key=</a></p>
<p>makasih pak mentri dan makasih juga temen temen komentator.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kandani</title>
		<link>http://juwonosudarsono.com/wordpress/?p=22#comment-916</link>
		<dc:creator>kandani</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 05:54:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://juwonosudarsono.com/wordpress/?p=22#comment-916</guid>
		<description>Bapak Menteri, Pasal 3 UU 3/2002 tentang Pertahanan Negara tegas menyatakan "konstelasi geografi" sebagai konsideran pembangunan Sishanneg, tapi kok nggak ada jabarannya ya? Saya ada baca Blog Pertahanan Negara Kepulauan, apakah itu Dephan yang bikin? Saya pikir Blog itu bagus untuk curhat bagaimana Pasal tentang perlunya penjabaran Pasal 3 itu diimplementasikan.

Trims</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bapak Menteri, Pasal 3 UU 3/2002 tentang Pertahanan Negara tegas menyatakan &#8220;konstelasi geografi&#8221; sebagai konsideran pembangunan Sishanneg, tapi kok nggak ada jabarannya ya? Saya ada baca Blog Pertahanan Negara Kepulauan, apakah itu Dephan yang bikin? Saya pikir Blog itu bagus untuk curhat bagaimana Pasal tentang perlunya penjabaran Pasal 3 itu diimplementasikan.</p>
<p>Trims</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
